Selasa, 31 Oktober 2017
Kamis, 26 Oktober 2017
Internet Cepat via Satelit Siap Mengudara 2018 di Indonesia
Liputan6.com, Jakarta - Koperasi Digital Indonesia Mandiri (KDIM) siap menghadirkan program internet cepat berbasis satelit, yakni Satelit Rakyat Indonesia (SATRIA). Layanan ini ditargetkan komersial pada 2018 mendatang.
"Harapannya, layanan satelit ini sudah dapat digunakan pada 1 Januari 2018," ujar Ketua Koperasi Digital Indonesia Mandiri Henri Kasyfi ditemui di Jakarta, Rabu (25/10/2017).
Sekadar informasi, SATRIA merupakan hasil kerja sama antara KDIM dan Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII). Program ini diharapkan menjadi jalan keluar bagi masalah terkait ketersediaan jaringan infrastuktur akses.
Tahap awal, KDIM akan menggunakan satelit HTS yang sudah ada di orbit milik IPStar. Tahap kedua, akan dipakai satelit milik penyedia lokal. Pada ketiga, koperasi berencana untuk meluncurkan satelit sendiri.
Untuk para anggotanya, KDIM menawarkan dua model pemakaian dengan biaya Rp 15 juta untuk 10 tahun dan layanan mulai Rp 500 ribu per bulan. Layanan ini dapat digunakan mulai awal tahun depan melalui ISP dari anggota APJII. Namun, layanan SATRIA dapat digunakan oleh masyarakat.
Ketua Bidang Perangkat KDIM Teguh Prasetya menambahkan, akses internet yang ditawarkan satelit bertipe High Throughput Satellite (HTS) ini mencapai 10Mbps. Ia juga menyebut satelit ini akan mencakup seluruh area di Indonesia.
"Ini adalah layanan internet pertama di Indonesia yang menggunakan HTS. Layanan internet melalui HTS bisa menjangkau wilayah lebih luas," tutur Teguh.
Selain itu, ada pula program yang menawarkan permodalan pada aplikasi lokal. Permodalan ini akan memberikan alur pendapatan yang jelas, nilai valuasi yang wajar, dan co-investing bersama investor lokal lainnya.
Menurut rencana, program ini akan mulai berlaku pada 1 April 2018. Nantinya, tipe aplikasi lokal yang masuk dalam kriteria adalah layanan yang memiliki pengguna masif dan menyangkut hajat hidup orang banyak.
Stok iPhone X Terbatas Saat Hari Pertama Penjualan?
Liputan6.com, Jakarta - Apple akan memulai pre-order iPhone X pada 27 Oktober 2017 dan penjualannya di toko-toko pada 3 November 2017. Namun, iPhone X pada hari penjualan perdananya akan tersedia dalam jumlah terbatas.
Dilansir GSM Arena, Kamis (26/10/2017), prediksi stok terbatas iPhone X ini muncul setelah Apple mengunggah informasi mengenai pre-order dan waktu peluncuran smartphone tersebut. Dalam keterangannya, Apple mengatakan hanya konsumen yang datang lebih awal untuk antre di depan Apple Store pada 3 November, bisa mendapatkan iPhone X. Pernyataan tersebut dinilai mengindikasikan keterbatasan stok iPhone X. "iPhone X akan tersedia di lebih dari 55 negara dan wilayah, serta mulai ada di Apple Store pada Jumat, 3 November pukul 8.00 pagi waktu setempat. Toko-toko ini akan menyediakan iPhone X bagi konsumen yang datang lebih awal," tulis Apple.
Adapun sejumlah negara dan wilayah yang akan menjadi pasar pertama iPhone X adalah Andorra, Australia, Austria, Bahrain, Belgia, Bulgaria, Kanada, Tiongkok, Kroasia, Siprus, Republik Ceko, Denmark, Estonia, Finlandia, Prancis, Jerman, Yunani dan Greenland.
Amerika Serikat (AS), Inggris, Spanyol, Meksiko, Italia dan Jepang, juga termasuk dalam gelombang pertama pemasaran iPhone X.
iPhone X akan tersedia dalam pilihan warna Silver dan Space Grey serta memori internal 64 dan 256GB dengan harga mulai dari US$ 999 di Apple.com, Apple Store, Apple Authorized Resseler dan sejumlah operator. Harga jualnya akan beragam di sejumlah wilayah. iPhone X merupakan iPhone termahal yang pernah dijual Apple dalam 10 tahun terakhir. Smartphone ini memiliki sejumlah fitur andalan seperti panel OLED dan Face ID, yang tidak dimiliki seri iPhone lain.
Langganan:
Postingan (Atom)
-
Liputan6.com, Jakarta - Koperasi Digital Indonesia Mandiri (KDIM) siap menghadirkan program internet cepat berbasis satelit, yakni Sateli...
-
Liputan6.com, Jakarta - Apple akan memulai pre-order iPhone X pada 27 Oktober 2017 dan penjualannya di toko-toko pada 3 November 20...